Satu Langkah Menuju Perubahan dan Perkembangan
15 Jul 2026
Ahsan Syarif Ath Thory
Karya Tulis
Yang kita lihat lakmud hanyalah sebuah jenjang pengkaderan dalam organisasi IPNU IPPNU. Terus terang saja, tanpa lakmud kita pun bisa menjadi seorang kader yang memiliki potensi yang tinggi. Lakmud juga sering diikuti hanya karena ingin mencari jabatan strategis dalam IPNU IPPNU, bukan hanya lakmud, tapi semua jenjang pengkaderan yang ada dalam organisasi ini.
Tapi apa sebenarnya esensi dari pengkaderan itu? Kalian tidak akan mengetahui itu semua sebelum kalian mengikuti jejak pengkaderan dari awal. Setelah mengikuti Lakmud yang diadakan oleh PK IPNU IPPNU UNWAHA, yang mana ini merupakan lakmud pertama dalam pimpinan kami, saya melihat betapa besarnya pengaruh lakmud ini dalam mengembangkan potensi diri. Mungkin stigma teman-teman mengenai lakmud hanyalah sebuah tingkat pengkaderan untuk memenuhi gengsi semata. Namun, pandangan saya mengenai lakmud seketika berubah ketika awal mengikuti sekolah pra-lakmud.
Lakmud memaksa para anggota agar bisa lebih maju dalam segi pemikiran, lebih luas dalam segi sudut pandang, dan solutif dalam menghadapi masalah. Dari segi pemikiran terlebih dahulu, tanpa adanya pemikiran-pemikiran yang maju organisasi tidak akan berkembang secara maksimal. Selain organisasi, masyarakat tidak akan berubah secara maksimal jika tidak ada pemikir-pemikir hebat yang masuk dan tumbuh didalamnya. Tanpa pemikir hebat, masalah yang ada dalam lapisan masyarakat tidak akan selesai dan itu akan menghambat kemajuan mereka.
Lalu sudut pandang, ini sangat berpengaruh dalam bagaimana cara kita memimpin masyarakat, bagaimana cara kita mengetahui dan memenuhi kebutuhan masyarakat, serta pengidentifikasian masalah yang ada dalam lapisan masyarakat dari atas hingga bawah. Tanpa POV yang luas, pemikir-pemikir hebat tidak mungkin tumbuh besar dan menyelesaikan semua masalah yang ada dalam masyarakat. Tanpa sudut pandang yang luas kita tidak akan menjadi seorang yang solutif dan manfaat bagi masyarakat.
Terakhir ialah menjadi orang yang solutif dalam memecahkan masalah. Masyarakat umum sekarang membutuhkan orang yang mampu mengaplikasikan skillnya untuk dimanfaatkan pada mereka, bukan yang hanya berbicara diatas panggung membahas kesana kemari tanpa memberi solusi dan dampak nyata pada mereka. Dari lakmud kita mampu belajar, semua itu sebenarnya mampu kita lakukan, seminimal-minimalnya pada teman-teman kita.
Maka dari pelajaran-pelajaran ini lah lakmud saya anggap sebagai satu langkah menuju perubahan dan pengembangan. Selain merubah kebiasaan dan mengembangkan diri sendiri, kita juga mampu merubah masyarakan menjadi lebih baik dan mengembangkan potensi-potensi tersembunyi dari masyarakat yang bahkan mereka tidak tahu kalau mereka memilikinya.
Tapi apa sebenarnya esensi dari pengkaderan itu? Kalian tidak akan mengetahui itu semua sebelum kalian mengikuti jejak pengkaderan dari awal. Setelah mengikuti Lakmud yang diadakan oleh PK IPNU IPPNU UNWAHA, yang mana ini merupakan lakmud pertama dalam pimpinan kami, saya melihat betapa besarnya pengaruh lakmud ini dalam mengembangkan potensi diri. Mungkin stigma teman-teman mengenai lakmud hanyalah sebuah tingkat pengkaderan untuk memenuhi gengsi semata. Namun, pandangan saya mengenai lakmud seketika berubah ketika awal mengikuti sekolah pra-lakmud.
Lakmud memaksa para anggota agar bisa lebih maju dalam segi pemikiran, lebih luas dalam segi sudut pandang, dan solutif dalam menghadapi masalah. Dari segi pemikiran terlebih dahulu, tanpa adanya pemikiran-pemikiran yang maju organisasi tidak akan berkembang secara maksimal. Selain organisasi, masyarakat tidak akan berubah secara maksimal jika tidak ada pemikir-pemikir hebat yang masuk dan tumbuh didalamnya. Tanpa pemikir hebat, masalah yang ada dalam lapisan masyarakat tidak akan selesai dan itu akan menghambat kemajuan mereka.
Lalu sudut pandang, ini sangat berpengaruh dalam bagaimana cara kita memimpin masyarakat, bagaimana cara kita mengetahui dan memenuhi kebutuhan masyarakat, serta pengidentifikasian masalah yang ada dalam lapisan masyarakat dari atas hingga bawah. Tanpa POV yang luas, pemikir-pemikir hebat tidak mungkin tumbuh besar dan menyelesaikan semua masalah yang ada dalam masyarakat. Tanpa sudut pandang yang luas kita tidak akan menjadi seorang yang solutif dan manfaat bagi masyarakat.
Terakhir ialah menjadi orang yang solutif dalam memecahkan masalah. Masyarakat umum sekarang membutuhkan orang yang mampu mengaplikasikan skillnya untuk dimanfaatkan pada mereka, bukan yang hanya berbicara diatas panggung membahas kesana kemari tanpa memberi solusi dan dampak nyata pada mereka. Dari lakmud kita mampu belajar, semua itu sebenarnya mampu kita lakukan, seminimal-minimalnya pada teman-teman kita.
Maka dari pelajaran-pelajaran ini lah lakmud saya anggap sebagai satu langkah menuju perubahan dan pengembangan. Selain merubah kebiasaan dan mengembangkan diri sendiri, kita juga mampu merubah masyarakan menjadi lebih baik dan mengembangkan potensi-potensi tersembunyi dari masyarakat yang bahkan mereka tidak tahu kalau mereka memilikinya.