Rihlah Ta'alumiyah PK IPNU-IPPNU UNWAHA 2026: Menapak Jejak Ulama, Menguatkan Kebersamaan, dan Merawat Semangat Perjuangan

25 Jul 2026 aas.prtwii_ Karya Tulis
Momen yang sederhana,kenangan yang luar biasa.
Momen yang sederhana,kenangan yang luar biasa.
Dalam sebuah organisasi, kebersamaan tidak hanya dibangun melalui rapat atau pelaksanaan program kerja, tetapi juga melalui perjalanan yang penuh makna. Berangkat dari semangat tersebut, PK IPNU-IPPNU Universitas KH. A. Wahab Hasbullah kembali menyelenggarakan Rihlah Ta'alumiyah menjadi salah satu agenda tahunan yang bertujuan memperkuat karakter kader, menumbuhkan semangat perjuangan, serta mempererat rasa kekeluargaan di antara pengurus dan anggota. Melalui kegiatan ini, setiap peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai keteladanan para ulama sebagai bekal untuk terus belajar, berjuang, dan bertakwa dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.
Kegiatan ini berlangsung pada 3–4 April 2026 2026 yang diikuti oleh kader dan pengurus PK IPNU-IPPNU UNWAHA dengan penuh antusias. Setiap peserta berpartisipasi dengan membayar biaya sebesar 200.000 yang digunakan untuk menunjang kebutuhan selam perjalanan. Lebih dari sekedar wisata, Rihlah Ta'alumiyah dirancang sebagai perjalanan pembelajaran yang memadukan ziarah,refleksi,rekreasi serta penguatan ukhuwah antarkader dalam satu rangkaian kegiatan.

Langkah Awal: Meneladani Sang Pendiri
Perjalanan spiritual kami diawali dengan berziarah ke maqbarah Hadratussyaikh KH. Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan perjuangan umat. Di hadapan makam beliau, kami menundukkan kepala, mengirimkan doa, sekaligus merenungkan jejak perjuangan beliau dalam membangun peradaban Islam yang moderat berlandaskan Ahlussunnah wal Jama'ah. Momen ini menjadi pengingat yang menghujam dada: bahwa setiap perjuangan besar selalu berawal dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat mengabdi. Bagi kami, kader muda IPNU-IPPNU, ikhtiar beliau adalah obor teladan yang harus terus kami jaga dan teruskan.

Meluruhkan Penat di Pesisir Kukup
Usai menuntaskan rangkaian ziarah pertama, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Kukup, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Desir angin laut, deburan ombak yang berkejaran, dan hamparan cakrawala biru menjadi penawar lelah yang ampuh setelah menempuh perjalanan jauh. Di tempat ini, kami tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga meleburkan sekat-sekat formalitas organisasi. Canda, tawa, dan cerita yang mengalir santai di tepi pantai mengingatkan kami bahwa organisasi bukan cuma soal bekerja dan mengemban tugas, melainkan tentang membangun rasa kekeluargaan yang erat. Kebersamaan ini menjadi energi baru untuk memperkuat komunikasi dan solidaritas kami dalam menjalankan amanah organisasi ke depan.

Menimba Keteladanan dan Inspirasi Perjuangan
Langkah kami kemudian berlanjut menuju makam KH. M. Tholhah Mansyur, ulama besar yang dikenal atas dedikasinya yang luar biasa dalam dakwah dan pendidikan. Di sini, kami kembali menyerap kearifan tentang nilai keikhlasan, kesederhanaan, serta pengabdian tanpa pamrih—pesan yang sangat relevan bagi kami yang sedang belajar berorganisasi dan menata diri untuk masa depan.
Rangkaian ziarah dilanjutkan ke maqbarah Nyai Hj. Umroh Mahfudloh, sosok ulama perempuan inspiratif yang gigih memperjuangkan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan perempuan. Kunjungan ini menegaskan bahwa panggung perjuangan Islam tidak hanya milik kaum laki-laki, tetapi juga digerakkan oleh perempuan-perempuan hebat. Bagi rekanita IPPNU, ziarah ini menjadi suntikan motivasi untuk terus memperluas kapasitas diri, berani mengambil peran, dan menebar manfaat nyata bagi masyarakat.

Kehangatan di Sudut Kota Jogja
Sebagai penutup perjalanan, kami menyusuri riuhnya kawasan Malioboro dan pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Menyusuri trotoar Jogja bersama-sama, berburu cendera mata, hingga membawa pulang buah tangan untuk keluarga menjadi momen manis yang melengkapi perjalanan ini. Meski berkonsep rekreasi, suasana santai tanpa sekat jabatan maupun kepengurusan ini makin mempererat ikatan emosional antaranggota.

Rihlah Ta'alumiyah bukan sekadar perjalanan menuju beberapa destinasi, melainkan perjalanan untuk memperkuat nilai-nilai organisasi. Melalui ziarah kepada para ulama, Kami belajar menghargai sejarah dan perjuangan pendahulu Nahdlatul Ulama. Melalui kebersamaan selama perjalanan, Kami belajar tentang arti persaudaraan, kepedulian, kerja sama, dan saling menghormati. Sementara melalui rekreasi, kami memperoleh kesempatan untuk menyegarkan pikiran agar kembali bersemangat dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun akademik.
Harapannya, Rihlah Ta'alumiyah dapat terus menjadi agenda yang dinantikan setiap periode kepengurusan PK IPNU-IPPNU UNWAHA. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana melepas penat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memperkuat karakter kader, mempererat ukhuwah, serta menanamkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh para ulama.