Menjaga Olah Rasa, Merawat Olah Raga: Ikhtiar Sehat Kader FORSAKA PK IPNU IPPNU UNWAHA Lewat Badminton

24 Jul 2026 Adienda Nabila Karya Tulis
📍Gedung Balai RW Perumahan Denanyar Indah, Jombang
📍Gedung Balai RW Perumahan Denanyar Indah, Jombang
Menjadi kader IPNU IPPNU di lingkungan perguruan tinggi sering kali identik dengan dinamika diskusi keilmuan, kajian ideologi Aswaja, rapat organisasi, dan forum-forum formal di dalam ruangan. Namun, menjaga ritme perjuangan organisasi tidak cukup hanya dengan mengandalkan ketajaman nalar intelektual semata. Tubuh yang bugar dan jiwa yang sehat adalah fondasi utama agar semangat mengabdi tetap menyala.
Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen PMB (Pengembangan Minat dan Bakat) FORSAKA PK IPNU IPPNU UNWAHA menghadirkan terobosan kegiatan yang segar dan inklusif berupa program rutin bulanan bulu tangkis yang bertajuk "Rally to Glory - Badminton Week".

Tempat Rehat dan Refresing di Tengah Kesibukan Perkuliahan.
Inisiatif ini dirancang sebagai agenda berkala yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali pada minggu ketiga. Dengan mengusung tema "Gerak Sehat Semangat Khidmah", program ini resmi diluncurkan dan perdana terlaksana pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Gedung Balai RW Perumahan Denanyar Indah, Jombang.
Tujuan utama dibuatnya program ini berangkat langsung dari realitas kehidupan mahasiswa. FORSAKA PK IPNU IPPNU UNWAHA ingin mengubah pandangan bahwa kegiatan organisasi NU di kampus cuma berputar di ruang diskusi teori atau kegiatan keagamaan saja. Lebih dari itu, para kader juga butuh wadah untuk menyalurkan hobi, melepas penat dari tumpukan tugas kuliah, sekaligus menjaga fisik biar tetap sehat dan bugar.

"Organisasi yang sehat lahir dari kader-kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga bugar secara fisik. Badminton menjadi sarana mempererat silaturahmi tanpa sekat formalitas."

Manajemen Mandiri dan Semangat Kebersamaan.
Di balik suksesnya penyelenggaraan awal kegiatan ini, terdapat kolaborasi kepengurusan Departemen PMB yang solid. Program ini dikoordinasikan langsung oleh Rekanita Kartika serta ditanggungjawabkan oleh saya sendiri dan Rekanita Nuzil.
Biar kegiatannya terus berjalan dan melatih kemandirian, agenda yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menerapkan skema patungan atau kontribusi swadaya berupa HTM yang sangat ramah kantong mahasiswa, yaitu Rp 5.000,- per orang. Uang ini dipakai bersama untuk menyewa lapangan, beli kok, dan menyediakan fasilitas latihan.

Lewat bulu tangkis, para kader tidak cuma dapat sehatnya, tapi juga membangun rasa kebersamaan (chemistry) yang makin erat. Di atas lapangan, sekat struktur kepengurusan mencair jadi kekompakan tim yang seru.
Ke depannya, kegiatan ini diharapkan bisa terus konsisten berjalan setiap bulan. Langkah kecil dari Departemen PMB FORSAKA PK IPNU IPPNU UNWAHA ini jadi bukti kalau ber-IPNU IPPNU di kampus itu seru, sehat, ramah mahasiswa, dan seimbang antara olah pikir, olah rasa, serta olah raga.