Kuliah Itu Scam?

05 Jul 2026 Ahsan Syarif Ath Thory Karya Tulis
google.com
google.com
Sudah berapa kali kita mendengarkan kalimat itu? Terus mengapa kita mendengar kalimat itu diucapkan? Lalu, kalau kuliah memang scam apa tujuan sebenarnya kita kuliah?

Saya Ahsan Syarif Ath Thory, waka III bidang dakwah di PK IPNU IPPNU Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah akan menjelaskan di balik fenomena ini.

Disclaimer, ini menurut analisa saya setelah mendengarkan banyaknya keluh kesah dari teman-teman di kampus dan saya sendiri.

Kata-kata "kuliah itu scam" berawal dari ucapan seorang influencer bernama Timothy Ronald, seorang influencer dalam bidang crypto yang seringkali mengomentari dan mengkritik masyarakat terkait pendidikan dan cara mereka agar bisa kaya. Lalu kata-kata tersebut dipakai oleh banyak orang entah itu dari mahasiswa sendiri atau siswa SMA yang akan melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat pendidikan tinggi. Dia menyebut kuliah itu scam karena sistem pendidikan yang ada di Indonesia ini memang buruk. Kalau dari pandangan dan pengalaman saya sendiri, dosen yang benar-benar mendidik itu hanya 5-10% dari semua dosen yang ada dalam universitas. Mendidik di sini itu dalam artian merubah, mengembangkan, dan memperbaiki kualitas diri kita seorang mahasiswa, dari pola pikir, kedisiplinan, dan sudut pandang.

Lalu, kalau kuliah itu scam, sistemnya bobrok, pendidiknya tidak mendidik apa tujuan dari kita kuliah? Kembali ke artian mendidiknya dosen yaitu

1. Merubah pola pikir

Bandingkan dengan diri kalian ketika sedang atau baru saja lulus dari sekolah menengah (SMA), rasakan perbedaan pola pikir kalian apakah menjadi lebih objektif? Tentu. Apakah dapat melihat dari sisi lain? Jelas. Apakah mampu melihat keadaan di luar sana dengan kacamata yang lebih lebar? Pastinya. Dunia pendidikan tinggi melatih dan memaksa pola pikir kita untuk melihat dunia yang luas. Sesuai dengan tri-dharma pendidikan tinggi yaitu pengabdian, bagaimana cara kita mengabdi pada masyarakat, membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, mencari jalan keluar apabila mereka sudah kehilangan arah. Kita akan melihat keresahan masyarakat dan membuka pandangan kita.

2. Kedisiplinan

Mungkin kita merasa bebas setelah kita menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah, terasa bebas dari aturan yang mengekang kita selama 12 tahun mengenyam pendidikan sebelum akhirnya memasuki fase pendidikan tinggi. Mungkin banyak terjadi pro kontra tentang disiplin ini, karena memang semua telah dilepas dari individu mahasiswa. Kalau dulu kita saat SMA tidak masuk dicari guru, sekarang kita tidak masuk dosen pun tidak peduli. Alasan ini lah kuliah benar-benar melatih setiap individu mahasiswa agar disiplin, karena memang setiap individu mahasiswa itu dilepas supaya mampu bertahan ketika sudah lulus nanti.

3. Sudut pandang

Mungkin lebih cocok dengan nama kepekaan sosial, karena memang pendidikan tinggi membuka sudut pandang yang jauh lebih luas daripada saat masih SMA. Dengan banyaknya teori yang masuk ke kepala kita, terbukalah pandangan kita tentang betapa memprihatinkannya kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Itulah yang perlu dievaluasi dari pendidikan tinggi di Indonesia, dari sistem hingga pengajar. Karena dari kekurangan dari semua aspek ini kuliah itu disebut scam oleh banyak orang. Namun dengan 3 tujuan itu, kuliah sebenarnya sangat penting. Karena pondasi negara adalah pendidikan, karena pendidikan memperkuat wawasan hingga mampu memajukan suatu bangsa.